BUTON SELATAN, KABARANEWS.COM – Angka prevalensi stunting di Kabupaten Buton Selatan mencatatkan penurunan signifikan hingga melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Pada 2025, angka stunting di Buton Selatan tercatat sebesar 24,5 persen. Memasuki periode Agustus hingga September 2026, data menunjukkan tren positif dengan penurunan hingga 18,4 persen berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPBGM). Angka tersebut jauh berada di bawah ambang batas maksimal target RPJMD Buton Selatan yang ditetapkan sebesar 38,9 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Buton Selatan, La Ode Achmad Amanah Maulana, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan buah dari kolaborasi lintas sektor. Salah satunya peran aktif Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Buton Selatan yang konsisten menyalurkan bantuan susu guna pemenuhan gizi anak.
“Kita sudah melampaui target yang ditetapkan oleh pimpinan daerah. Namun, kami akan terus bekerja menekan angka stunting. Penurunan ini tidak terlepas dari kerja sama semua pihak, termasuk Ketua TP-PKK bersama jajaran yang rutin menyalurkan bantuan susu untuk memastikan gizi anak-anak terpenuhi,” ujar Achmad saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (5/10/2026).
Kecamatan Batu Atas Tertinggi
Meski secara keseluruhan mengalami penurunan, Achmad menyebut Kecamatan Batu Atas masih menjadi penyumbang angka stunting tertinggi di Buton Selatan pada periode September 2026.
Faktor kondisi geografis, sanitasi air bersih yang minim, serta keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan (faskes) di beberapa desa menjadi kendala utama di wilayah tersebut.
“Kecamatan Batu Atas mencatatkan angka tertinggi. Ada beberapa faktor pemicu, di antaranya masalah sanitasi air, kondisi geografis, dan akses faskes yang cukup sulit di sejumlah desa,” jelasnya.
Guna mengatasi tantangan tersebut, Dinas Kesehatan Buton Selatan mulai membangun Puskesmas Pembantu (Pustu) di desa-desa yang memiliki akses sulit menuju Puskesmas induk.
“Beberapa desa di Kecamatan Batu Atas memiliki akses jalan yang cukup terjal menuju Puskesmas induk. Karena itu, kami mendirikan Pustu guna mendekatkan dan mempermudah layanan kesehatan bagi masyarakat setempat,” pungkas Achmad.
Pemerintah Kabupaten Buton Selatan berkomitmen untuk terus menjaga sinergi antarinstansi dan memperluas intervensi gizi terpadu. Langkah berkelanjutan ini diharapkan tidak hanya mempertahankan capaian yang ada, tetapi juga mampu mewujudkan generasi Buton Selatan yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting di masa depan. (adm)
